PBB
1. Pengertian PBB.
PBB adalah
sutau wujud latihan fisik di perlukan guna untuk mencerminkan kebiasaan hidup
dan diarahkan kepada perwatakan tertentu. Misalnya diarahkan kepada perwatakan
seorang anggota TNI, MENWA, dsb.
2. Maksud
dan Tujuan.
a.
Menumbuhkan sikap jasmani yang sehat dan tegap.
b.
Menumbuhkan rasa persatuan disiplin dan tanggung jawab.
c.
Mengutamakan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi.
3. Ketentuan Khusus dalam PBB.
3. Ketentuan Khusus dalam PBB.
3.1
Aba-aba.
Aba-aba adalah
suatu perintah yang diberikan dari seorang komandan atau atasan kepada
pasukannya untuk melaksanakan padawaktunya secara serentak dan berurutan.
Aba-aba ada
tiga macam, yaitu:
a. Petunjuk.
Aba-aba
petunjuk yaitu untuk menegaskan aba-aba perintah atau pelaksanaan.Contoh.Untuk
Perhatian–Istirahat di Tempat – GERAK.
b.Peringatan.
Aba-aba
peringatan yaitu inti perintah yang jelas dan di laksanakan tanpa ragu-ragu.
Contoh.Lencang
Kanan – GERAK.
c. Pelaksanaan
Dalam aba-aba
pelaksanaa ada macam aba-aba, yaitu aba-abaGERAK,Jalan, Mulai.
Aba-aba Lencang Depan, Lencang Kanan, Hadap Kanan, dsb dalam artian suatu
perintah dari pasukan yang tidak mengakibatkan perpindahan tempat bagi
pasukannya, maka aba-aba yang digunakan adalah aba-aba GERAK. Contoh. Lencang
kanan -GERAK, Jalan di tempat - GERAK, Hadap kanan - GERAK.
Aba-aba Jalan digunakan ketika pasukan melakukan perpindahan tempat.Contoh.Satu
langkah kedepan - Jalan, langkah tegap maju -Jalan,
dsb.Aba-aba Mulai di gunakan ketikan kita melaksanakan gerakan
di tepat saja.Contoh. Berhitung – Mulai.
3.2 Cara
Menulis Aba-aba.
a. Aba-aba
petunjuk di tulis dengan huruf besar dan seterusnya dengan huruf kecil.
b. Aba-aba
peringatan ditulis dengan huruf besar.
c. Semua
aba-aba ditulis lengkap.
d. Antara
petunjuk dan peringatan terdapat dua garis.
e. Semua
aba-aba ditulis lengkap.
3.3 Cara
memberi aba-aba.
a. Sikap
seorang Danru/Danton/Pimpinan pasukan harus dalam keadaan sikap sempurna, dan
juga harus menghadap pasukan, kecuali pada situasi tertentu.
b. Apabila
aba-aba yang diberikan berlaku pula pada yang memberi aba-aba, maka akan
terikat pada tempat.
c. Pada
tahap permulaan diberikan pasukan yang berjalan atau yang berlari, sedang yang
bertaraf lanjutan aba-aba diberikan pada jatuhnya kaki.
d. Semua
aba-aba di ucapkan secara lantang, nyaring, dan tegas.
e. Aba-aba
disampaikan secara berurutan.
f. Pemberian
aba-aba peringatan, wajib diberi nada pada suku pertama dan terakhir.
g. Waktu
antara aba-aba peringatan dengan pelaksanaan disesuaikan dengan besar kecilnya
pasukan.
3.4 Gerakan
Dasar Tanpa Bersenjata.
3.4.1 Sikap
Sempurna.
Pelaksanaan
sikap sempurna posisi badan/tubuh tegap, tumit rapat, dan ujung kaki di buka
45°, lengan rapat pada badan, pergelangan tangan lurus dengan jari-jari tangan,
mengepal seperti memeras santan, dan ibu jari menghadap kedepan, lurus dengan
jahitan celana, dagu agak ditarik kebelakang, dan pandangan mata lurus satu
titik ke depan, serta bernafas dengan sewajarnya.Aba-aba Sikap Sempurna yaitu
Siap – GERAK.
3.4.2 Istirahat.
Pelaksanaan
istirahat kaki kiri dibuka kekiri selebar bahu (± 30 cm, kedua tangan dibawa
kebelakang dibawah pinggang, tangan kanan di pengang tangan kiri, tangan kanan
mengepal, pandangan mata lurus kedepan dan bernafas sewajarnya. Dalam
pelaksanaan pemberian amanat, maka pandangan menghadap kepada pemberi amanat,
tetapi ketika ada aba-aba Perhatian Selesai, maka langsung mengambil posisi
sikap sempurna dan pandangan mata kembali menghadap lurus ke depan. Untuk
pelaksanaan istirahat di tempat parade pelaksanaannya sama dengan istihat di
tempat biasa, tapi posisi tangan agak lebih di angkat atau posisi tangan di
letakkan lebih tinggi dari pada istirahat biasa. Aba-aba istirah di tempat
yaitu Istihat di Tempat – GERAK.
3.4.3 Periksa
Kerapian.
Pelaksanaannya
yaitu pasukan dalam keadaan istirahat, pada aba-aba peringatan pasukan
mengambil posisi sempurna, ketika aba-aba pelaksanaan pasukan serentak
membungkukdan mulai memeriksa perlengkapan dari kaki sampaai kepala, jika sudah
kelihatan rapi kemudian diberi abab-aba SELESAI, maka serentak pasukan kembali
sikap istirahat. Aba-abanya yaitu: Periksa Kerapian – MULAI.
a. Tanpa
Bersenjata
Pelaksanaannya:
- Pada
aba-aba peringatan, pasukan secara serentak mengambil sikap sempurna.
- Pada
saat aba-aba pelaksanaan dengan serentak membungkukkan badan mulai memeriksa
perlengkapan dari kaki sampai kepala dengan cara meraba dan menariknya
menggunakan kedua tangan. Memerikasa saku baju pandangan mengikuti gerakan
tangan dan pada saat memeriksa krah dan penutup kepala pandangan lurus kedepan.
- Setelah
yakin rapi, pasukan serentak mengambil sikap sempurna.
- Ketika
pelatih/komandan melihat semua pasukan sudah rapi (sikap sempurna), maka diberi
aba-aba SELESAI.
- Maka
secara serentak pasukan mengambil sikap istirahat kembali.
b. Bersenjata.
Pelaksanaannya:
- Pada
aba-aba peringatan, pasukan serentaka mengambil sikap sempurna.
- Pada
saat abab-aba pelaksanaan, pasukan serentak membungkukkan badan dan mulai
memeriksa perlengkapan, kedudukan senjata tetap tegak yang dikepit lengan atas
dan badan dengan pegang tangan kanan.
- Setelah
sudah yakin rapi, pasukan mengambil sikap sempurna.
- Ketika
pelatih/komandan melihat semua pasukan sudah rapi (sikap sempurna), maka diberi
aba-aba SELESAI.
- Maka
secara serentakpasukan mengambil sikap istirahat kembali
3.4.4 Berhitung.
Pelaksanaannya:
jika pasukandalam keadaan bersaf, maka abab-aba peringatan pasukan yang berada
pada barisan barisan paling depan menoleh ke kanan kecuali penjuru. Pada
aba-aba pelaksanaan, secara berturut-turut dari penjuru mulai menghitung sesuai
nomer urutnya sambil memalingkan muaka lurus kedepan (siakap sempurna).jika
dalam keadaan berbanjar, maka pasukan tidak perlu mamalingkan muka ka kanan
cukup pandangan kedepan (sikap sempurna).Jika ada aba-aba pelaksanaan, maka
dari penjuru secara berturut-turut mulai menghitung sesuai dengan nomer
urutnya.Untuk pasukan yang berada di pojok kiribelakang, berteriak
“lengkap/kurang…” sesuai dengan anggota yang ada dalam barisan tersebut.
Aba-abanya: Hitung – MULAI.
3.4.5 Hormat.
Pelaksanaannya:
posisi dalam keadaan sempurna, jika adda aba-aba pelaksanaan pasukan mengangkat
tangan kanan ke kanan 90° dan menekuk lengan 45° dari tangan, jari-jari merapat
lurus dengan didekatkan di pelipis depan alis mata, jari-jari agak dimiringkan
kebawah supaya punggung tangan tidak kelihatan dari depan. Jika pasukan memakai
penutup kepala selain BARET, maka jari-jari dilekatkan ke ujung penutup kepala.
Jika ada
aba-aba “Tegak – GERAK” maka pada saat aba-aba pelaksanaan pasukan secara
serentak menurunkan tangan kanan untuk kembali bersikap sempurna. Aba-abanya:
Hormat – GERAK.
a. Hormat
kanan.
Aba-abanya: Hormat Kanan – GERAK.
Pelaksanaan:
gerakan ini pasukan dalam keadaan berjalan dengan langkah tegap, aba-aba
pelaksanaan diberikan saat kaki kanan jatuh kebawah, ditambah satu langkan tangan
kanan ditarik untuk posisi hormat dan tangan dan tangan kiri tidak di
lambaikan, satu langkah lagi muka dipalingkan 45° ke kanan kearah orang yang
diberi hormat kecuali pasukan yang berada paling kanan tetap dalam keadaan
langkah tegap. Jika ada aba-aba.
3.4.6 Lencang
Kanan/Kiri.
Pelaksanaan
Lencang Kanan/Kiri yaitu mengangkat lengan kanan/kiri kesamping kanan/kiri ±
90°, jari-jari tangan menggenggam dan punggung tangan menghadap ke atas,
bersama ini kepala ditengokan /di palingkan ke kanan/kiri dengan tidak terpaksa
± 45°. Dalam posisi bersaf (saf tiga ataupun lebih), maka bagi pasukan yang
berada pada saf kedua, ketiga, sampai dengan saf paling belakang, cukup
menolehkan kepala ke kanan/kekiri ± 45° tanpa mengangkat lengan kanan/kiri.
Pada waktu saf tengah sampai dengan saf belakang meluruskan banjar dan safnya,
maka kepala tetap menoleh ke kanan/kiri menunggu aba-aba dari komandan
regu.Pada masing-masing pasukan yang berada pada barisan saf paling kanan
mengambil antara satu lengan (posisi lencang kanan) dan setelah mengambil
antara, maka menurunkan tangan tanpa menunggu aba-aba dari DANRU (± 3 X
hitungan). Setelah ada aba-aba Tegak – GERAK, maka pasukan bagian saf depan
menurunkan tangan dan menolehkan kepala ke depan mengambil sika sempurna lagi,
bagi saf kedua sampai dengan saf paling belakang cuma menolehkan kepala
lurus kedepan lagi mengambil sikap sempurna.Aba-abanya yaitu Lencang Kanan/Kiri
– GERAK.
3.4.7 Setengah
Lencang Kanan/Kiri.
Pelaksanaannya
sama dengan kanan/kiri, tapi tangan kanan/kiri di pinggang (bertolak pinggang)
dengan siku menyentuh/menempel lengan pasukan yang berada di samping kanan/kiri
kita, pergelangan tangan lurus, ibu jari di sebelah belakang dan empat jari
lainnya rapat. Pada aba-aba Tegak – GERAK, semua serentak menurunkan lengan dan
memalingkan kepala kedepan kembali kesikap sempurna. (Wawan Arwani, 2008)
3.4.8 Lencang
Depan.
Pelaksanaan
lencang depan yaitu penjuru tetap pada posisi sikap sempurna, pasukan pada
banjar paling kanan meluruskan tangan kedepan, posisi tangan mengepal dan anta
saf depan dan belakan dikasih jarak dua kepal.Dan pada banjar kedua dan
seterusnya mengambil antara (lencang kanan) dan setelah meluruskan maka tangan
lansung diturunkan tanpa menunggu aba-aba dari DANRU. Setelah ada aba-aba Tegak
– GERAK, maka pasukan yang lencang depan segera menurunkan tangan. Aba-abanya:
Lencang Depan – GERAK.
3.4.9 Hadap
Kanan/Kiri.
Pelaksanaanya
yaitu kaki melintang di ujung kaki kanan/kiri ± 45°, setelah itu badan di putar
ke kanan/kiri, posisi badan pada saat melintangkan kaki tetap lurus kedepan,
tangan tetap menggelantung lurus, setelah badan diputar ± 90° menghadap
kiri/kanan, tumit kaki kanan/kiri di rapatkan kembali ujung kaki di buka ± 45°
mengambil sikap sempurna kembali. Aba-abanya: Hadap Kanan/Kiri – GERAK.
3.4.10. Hadap
Serong Kanan/Serong Kiri.
Pelaksanaan
hadap serong kanan/kiri sama halnya dengan pelaksanaan hadap kanan/kiri, tapi
badan diputar ± 45° menghadap kanan/kiri. Aba-abanya: Hadap Serong Kanan/Kiri –
GERAK.
3.4.11. Balik
Kanan.
Pelaksanaan
balik kanan yaitu kaki kiri melintang di depan kaki ujung kaki kanan ± 90°,
posisi kaki kiri tidak terlalu rapat dengan ujung kaki kanan, karena akan
mengganggu perputaran badan. Pada saat kaki melintang, posisi badan tetap lurus
kedepan, pandangan mata tetap lurus kedepan, tangan tetap lurus menggelantung,
setelah itu badan di putar kearah berlawan dari arah semula kita (± 180°),
setelah itu tumit dirapatkan kembali mengambil sikap sempurna. Aba-abanya:
Balik Kanan – GERAK.
Catatan: Dalam
PBB tidak ada balik kiri, karena pelaksanaannya sama, menuju satu arah.
3.4.12. Jalan
di Tempat.
Pelaksanaannya
yaitu gerakan dimulai pada kaki kiri, lutut bergantian diangkat rata-rata air,
ujung kaki menggelangtung (tidak lurus kedepan), badan tegak, tangan
menggelantung lurus kedepan, pandangan mata lurus kedepan.Tempo yang digunakan
sesuai dengan aturan yang telah di tentukan.Untuk berhenti menunggu aba-aba
dari dari DANRU, aba-abanya yaitu: Henti – GERAK, pada aba-aba GERAK biasa
jatuh pada kaki kiri, dan pasukan menambah dua kali langkah, sehingga jatuh
pada kaki kiri lagi. Aba-abanya yaitu: Jalan di Tempat – GERAK.
3.4.13. Langkah
Kanan/Kiri.
Pelaksanaanya
yaitu kaki kanan/kiri di langkahkan kekanan/kiri selebar ± 40 cm, selanjutya
kaki kiri/kanan dirapatkan kembali.Tempo yang digunakan sesuai dengan aturan
yang telah di tentukan. Aba-abanya yaitu: …..* langkah ke Kanan/Kiri –
GERAK.
Ket.*yaitu
banyaknya langkah yang diperintahkan oleh DANRU, Maksimal 4 langkah.
3.4.14. Langkah
ke Depan.
Pelaksanaannya
yaitu di mulai dari kaki kiri dilangkahkan kedepan dengan panjang langkah ± 60
cm. Tempo yang digunakan sesuai dengan aturan yang telah di tentukan. Pada saat
melangkah kaki tidak usah di rapatkan, melangkah sama halnya dengan langkah
biasa/langkah tegap.Lengan tetap lurus atau tidak melambai.
Aba-abanya
yaitu ….* langkah ke Depan – GERAK.
Ket.*yaitu
banyaknya langkah yang diperintahkan oleh DANRU, Maksimal 4 langkah.
3.4.15. Langkah
ke Belakang.
Pelaksanaanya
yaitu kaki kiri dilangkah ke belakang dengan panjang langkah ± 40 cm. Tempo
yang digunakan sesuai dengan aturan yang telah di tentukan.Posisi lengan tetap
lurus atau tidak melambai, kaki tidak perlu di rapatkan.
Aba-abanya:
…..* langkah ke Belakang – GERAK.
Ket.*yaitu
banyaknya langkah yang diperintahkan oleh DANRU, Maksimal 4 langkah.
3.4.16. Bubar.
Pelaksanaan
bubar yaitu tiap-tiap pasukan menyampaikan penghormatan kepada DANRU, sesudah
dibalas maka pasukan mengambil sikap sempurna lagi, kemudian melaksanakan balik
kanan, lalu setelah itu maju satu langkah di hentakan, setelah itu bubar.
Aba-abanya;
Bubar – JALAN.
3.4.17. Berkumpul.
- Sebelum
aba-aba peringatan, komandan atau pimpinan pasukan menunjuk salah satu pasukan
untuk menjadi penjuru.
- Yang
ditunjuk sebagai penjuru mengambil sikap sempurna, dan laporan kepada
DANRU/Pimpinan Pasukan.
- Pada
waktu aba-aba peringatan maka anggota lainnya mengambil tempat meluruskan
dengan salah seoran pasukan yang di tunjuk sebagai penjuru.
Aba-abanya
yaitu. Berkumpul – MULAI.
3.4.18. Macam-macam Langkah, Tempo, dan Panjang Langkah.
a. Maju
Jalan
3.4.18. Macam-macam Langkah, Tempo, dan Panjang Langkah.
Jenis Langkah
|
Jarak
|
Waktu
|
Langkah biasa
|
65 cm
|
106/menit
|
Langkah tegap
|
65 cm
|
106/menit
|
Langkah perlahan
|
40 cm
|
30/menit
|
Langkah kesamping
|
40 cm
|
70/menit
|
Langkah kebelakang
|
40 cm
|
10/menit
|
Langkah kedepan
|
60 cm
|
70/menit
|
Berlari
|
80 cm
|
165/menit
|
Aba-aba: Maju –
JALAN.
Pelaksanaanya:
- Pada
aba-aba pelaksanaan kaki kiri di ajukan ke depan, lutut lurus telapak kaki di
angkat rata sejajar dengan tanah setinggi ± 20 cm, kemudian di hentakan ke
tanah dengan jarak satu langkah dan selanjutnya berjalan dengan langkah biasa.
- Langkah
pertama dilakukan dengan melenggangkan lengan kanan ke depan ± 90°, lengan kiri
± 30° ke belakang dengan tangan menggenggam, pada langkah-langkah selanjutnya
lengan atas dan bawah lurus di lenggangkan ke depan ± 45° dan ke belakang ±
30°. Tangan kanan ke depan mengambil dua titik yang terletak dalam satu garis
sebagai arah barisan.
b. Langkah
Biasa.
Pada waktu
berjalan kepala dan badan sama seperti pada waktu sikap sempurna. Cara
melangkah kaki seperti jalan biasa.Pertama tumit diletakan di tanah,
selanjutnya seluruh kaki.Lengan dilenggangkan dengan sewajarnya lurus kedepan
dan kebelakang, kedepan ± 45° dan kebelakang ± 30°.
c. Langkah
Tegap.
Aba-aba:
Langkah Tegap Maju – JALAN.
Pelaksanaannya:
Langkah dimulai dengan kaki kiri, langkah pertama selebar satu langkah, langkah
selanjutnya sesuai dengan panjang langkah dan tempo yang telah di tentukan.
Tangan kedepan ± 90° dan kebelakang ± 30°.
d. Langkah
Biasa ke Langkah Tegap.
Ø Dari
Langkah Biasa ke Langkah Tegap.
Aba-aba:
Langkah Tegap – JALAN.
Pelaksanaan:
Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kanan/kiri jatuh di tanah
ditambah satu langkah selanjutnya berjalan langkah tegap.
Ø Dari
Langkah Tegap ke Langkah Biasa.
Aba-aba:
Langkah Biasa – JALAN.
Pelaksanaanya
yaitu aba-aba diberikan pada waktu kaki kanan/kiri jatuh di tanah ditambah satu
langkah dan mulai berjalan dengan langkah biasa, hanya langkah pertama
dihentikan selanjutnya berjalan langkah biasa.
e. Langkah
Perlahan.
Aba-aba:
Langkah Perlahan – JALAN.
Pelaksanaannya:
- Gerakan
dilakukan dengan sikap sempurna.
- Pada
aba-aba JALAN kaki kiridilangkahkan kedepan, setelah menapak ke tanah segera
disusul dengan kaki kanan yang di langkahkan ke depan dan di tahan sebentar
disebelah mata kaki kiri kemudian dilanjutkan ditapakan di depan kaki kiri.
- Gerakan
selanjutnya melakukan gerakan-gerakan seperti semula.
- Jarak
dan tempo sesuai dengan aturan yang telah di tentukan.
f. Haluan
Kanan/Kiri.
Gerakan ini
hanya dilakukan dalam bentuk ber saf guna merubah arah tanpa merubah bentuk.
Aba-aba: Haluan
Kanan/Kiri Maju – JALAN.
Pelaksaannya
adalah aba-aba pelaksanaan dijatuhkan pada kaki kanan/kiri jatuh ditanah
kemudian di tambah satu langkah, setelah aba-aba pelaksanaan penjuru kanan/kiri
berjalan ditempat memutarkan arah secara perlahan-lahan sehingga merubah arah
sampai 90°, kemudian berjalan di tempat. Setelah penjuru kana/kiri depan
melihat safnya lurus memberi isyarat “LURUS”, kemudian komandan atau yang
memberi perintah memberi aba-aba Maju – JALAN.
g. Melintang
Kanan/Kiri.
Gerakan ini
dilakukan dalam bentuk berbanjar, guna merubah bentuk pasukan menjadi bersaf
dengan arah yang tetap.
h. Belok
Kanan/Kiri.
Aba-aba belok
kanan/kiri yaitu Belok Kanan/Kiri – JALAN. Pelaksanaanya: aba-aba pelaksanaan
dijatuhkan pada kaki kanan/kiri jatuh ditanah. Setelah ditmbah satu langkah,
kemudian penjuru depan merubah arah menjadi 90° ke kanan/kiri dan mulai
berjalan kea rah yang baru.
i. Buka
Barisa.
Aba-abanya:
Buka Barisan – JALAN.
Pelaksanaannya:
pada aba-aba pelaksanaan regu kanan dan kiri masing-masing membuat satu langkah
kanan/kiri, sedangkan regu tengah tetap di tempat.tu
j. Tutup
Barisan.
Pelaksanaan
tutup barisan yaitu masing-masing regu kanan/kirin membuat satu langkah ke
samping kanan/kiri, sedangkan regu tengah tetap di tempat.
Aba-abanya:
Tutup Barisan – JALAN.
k. Langkah
Lari.
Dari sikap
sempurna.
Aba-aba: Lati
Maju – JALAN.
Pelaksanaan:
- Pada
aba-aba peringatan kedua tangan dikepalkan dengan tangan lemas diletakan di
pinggang sebelah depan, badan agak di bungkukan 45°.
- Pada
aba-aba pelaksanaan panjang langkah pertama kali ± 80 cm dan selanjutnya
mengikuti aturan langkah yang sudah di tentukan.
l. Dua
Kali Belok Kanan.
Aba-aba: Dua
Kali Belok Kanan – JALAN.
Pelaksanaan:
Aba-aba dijatuhkan pada kaki kiri, setelah itu ditambah satu langkah kemudian
penjuru depan merubah arahnya menjadi 180°.
m. Tiap-tiap
Banjar Dua Kali Belok Kanan.
Aba-aba:
Tiap-tiap Banjar Dua Kali Belok Kanan – JALAN.
Pelaksanaannyasama
dengan dua kali belok kanan sebagai mana biasanya, tapi untuk kali tiap-tiap
banjar bukannya satu regu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar